-->

Iklan

BERITA TERKINI

Pangdam XIV Hasanuddin Gelar Tatap Muka Dengan Kerukunan Keluarga Bone Di Kepulauan Selayar

Maha Pos
Minggu, 29 Mei 2022, 29.5.22 WIB Last Updated 2022-05-28T23:38:52Z

MAHAPOS.COM | SELAYARPanglima Daerah Militer (Pangdam) XIV Hasanuddin, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Andi Muhammad bersama Ketua Persit KCK XIV/Hsn Ibu Amelia Arisanti dan rombongan mengunjungi lokasi bekas rumah yang pernah ditempati oleh Raja Bone ke-XXXII Andi Mappanyukki selama diasingkan di Selayar, pada Sabtu (28/5/2022) sore. 

Lokasi bekas rumah tersebut berada di dalam kompleks lapangan pemuda Benteng Selayar, yang kini sudah dijadikan lapangan basket.

Dalam kunjungannya tersebut, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen. TNI. Andi Muhammad dan istri serta rombongan tampak didampingi oleh salah seorang sejarawan dan tokoh adat di Kepulauan Selayar Andi Satria Datu. 

Mereka menyempatkan diri keliling lapangan basket dan melihat foto-foto rumah yang pernah ditempati Raja Bone ke-XXXII Andi Mappanyukki. 

Diketahui, Raja Bone ke-XXXII Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim yang juga dikenal sebagai sebagai salah seorang pejuang kemerdekaan dan mendapat gelar Pahlawan Nasional, merupakan kakek dari Pangdam XIV Hasanuddin, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Andi Muhammad. 

Usai mengunjungi lokasi bekas rumah pengasingan Raja Bone ke-XXXII Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim di Selayar, Pangdam XIV Hasanuddin Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Andi Muhammad bersama Ketua Persit KCK XIV/Hsn Ibu Amelia Arisanti dan rombongan lanjut melakukan tatap muka bersama Kerukunan Keluarga Bone dan Masyarakat Adat Kabupaten Kepulauan Selayar. 

Silaturahmi dan tatap muka Kerukunan Keluarga Bone dan Masyarakat Adat Kabupaten Kepulauan Selayar tersebut berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Lama Bupati Kepulauan Selayar. 

Terpantau, ratusan pengurus Kerukunan Keluarga Bone dan Masyarakat Adat Kabupaten Kepulauan Selayar, menghadiri tatap muka dan silaturahmi tersebut. 

Dalam kesempatan itu, Pangdam menceritakan secara singkat tentang kakeknya yaitu Andi Mappanyukki atau La Tenri Sukki Sultan Ibrahim Karaeng Silayara Datu Suppa Petta MangkauE ri Bone XXXII, yang pernah diasingkan di Selayar saat masa pendudukan Belanda. (Tim).

Komentar

Tampilkan

Terkini

Loading...