-->
CLOSE ADS
CLOSE ADS

Iklan

BERITA TERKINI

Ciptakan Pangan Yang Aman, BBPOM Adakan Kegiatan Advokasi Kelembagaan Menyasar Desa

Maha Pos
Sabtu, 23 April 2022, 23.4.22 WIB Last Updated 2022-04-22T21:16:20Z

MAHAPOS.COM, BALIGuna ciptakan pangan yang aman, bermanfaat dan bermutu, kegiatan Advokasi kelembagaan desa, pasar dan sekolah di Kabupaten Karangasem dilaksanakan Jumat (22/4/2022) di SKB Amlapura. Dengan peserta yakni seluruh organisasi pemerintah daerah Karangasem dan dihadiri oleh kepala BBPOM (Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan) Denpasar serta anggota komisi IX DPR RI. 

Dikatakan Kepala Badan POM, Drs. I Made Bagus Gerametta, jika kegiatan tersebut merupakan bagian dari salah satu program nasional keamanan pangan nasional yang terdiri tiga yaitu gerakan keamanan pangan desa kemudian pangan jajanan sekolah yang aman kemudian pasar aman berbasis komunitas. 

"Tentunya ini adalah terkait bagaimana kita untuk menghasilkan pangan yang aman bermanfaat dan bermutu, " Katanya. 

"Aplikasinya dari BPOM jadi dari tiga program ini kita pertama hari ini advokasi kemudian nanti kita melatih kader untuk melakukan pelatihan,"sambungnya. Dikatakan dirinya akan menyasar sekolah, kemudian akan menyasar pasar. Kemudian akan melaksanakan pengawasan  berbasis komunitas yang akan dilatih. 

"Bukan dalam pengawasan dan tidak selalu Badan POM jadi kita melatih komunitas ini untuk mampu melakukan pengawasan di pasar di desa maupun jajanan anak sekolah yang dilatih komunitasnya, " Terangnya. 

Terkait kemanan pangan disekolah, dirinya menjelaskan merupakan baru program. Dimana intervensinya mengacu pada situasi yang masih pandemi. Namun karena belum ada tetap muka, jadi belum dapat mengambil sampel. 

"Karena di dalam sekolah itu kan tidak ada tatap muka kan tidak bisa memeriksa kantinnya. Nah ini salah satu programnya kita lakukan pembinaan nanti kita lihat  kalau sudah mulai tetap muka kita bisa akan lakukan. Setelah itu nanti kita sampaikan bagaimana hasilnya, " Terangnya. 

Selanjutnya, pengawasan terkait jajan sekolah akan ada periodenya. "Salah satu di dalam program ini kita jemput bola kita ingin melihat nanti ada nggak perubahan sebelumnya bagaimana nanti kita lakukan setelah kita intervensi hasilnya bagaimana berubah atau tidak," Ungkapnya. Dimana intinya dirinya mementingkan adanya perubahan. 

"Terkait dengan pengetahuan kita memberikan KYE kepada anak-anak sekolah, komunitas yang kedua terkait dengan sikap serta perilaku. Pengetahuan sikap dan perilaku mungkin pengetahuan paling mudah kita naikkan tapi sikap dan perilaku ini agak susah. Biasanya karena ada habit kebiasaan yang merubah nantinya bukan hanya pengetahuan tapi sikap perilaku bagaimana memilih pangan yang aman bermanfaat dan bermutu itulah makanya kita manfaatkan berbasis komunitas,"ujarnya. (Ami)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Loading...