-->

Iklan

BERITA TERKINI

Jenderal Dudung: Saya Santri, Tak Pernah Lewat Lima Waktunya

Maha Pos
Selasa, 08 Februari 2022, 8.2.22 WIB Last Updated 2022-02-07T22:29:30Z

MahaPos.com, JAKARTA Tudingan Anti-Islam terhadap Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman langsung dibantahnya.

Menurutnya, tudingan tersebut sangat keji dan salah besar.

"Jadi kalau ada orang mengatakan saya menjauhi Islam itu salah besar," kata Jenderal TNI Dudung Abdurachman di Mabesad, Jakarta Pusat, Senin, 7 Februari 2022.

Ia mengungkapkan pribadinya di masa kecil. Sejak kecil dirinya didik ilmu agama oleh orangtuanya.

Tak hanya itu, ia pun mengaku pernah belajar agama di pesantren.

"Saya santri saya tidak pernah lewat lima waktunya, tidak pernah lewat puasanya. Jadi kalau saya mengatakan menjauhi Islam itu salah," ujarnya.

Tak hanya itu, ia mengaku sangat sering memberikan ceramah agama atau Kuliah Tujuh Menit (Kultum) di mesjid-mesjid, terutama jika dirinya sedang melakukan kunjungan kerja ke Satuan-Satuan TNI Angkatan Darat yang menjadi tanggungjawab binaannya.

"Di Kultum (hadapan prajurit) saya sering menyampaikan kalau mempelajari agama jangan terlalu mendalam kalau tidak ada ustadnya, tidak ada kiyainya, tidak ada gurunya. Tapi kalimat itu dipotong, makanya kalau saya sampaikan benar sekalipun itu tetap akan jadi persoalan," katanya.

Ia pun mengisahakan hal serupa juga dialaminya ketika dirinya menjadi nara sumber pada podcast yang ditayangkan dalam YouTube beberapa waktu lalu.

Dalam podcast tersebut, lanjutnya, dirinya menyebutkan 'Tuhan kita bukan orang Arab'.

Dia menjelaskan, konteks dari pernyataan tersebut adalah Tuhan adalah Sang Pencipta seluruh makhluk di muka bumi dan Tuhan Maha Mengetahui dari segalanya. Oleh karena itu, kata Dudung, siapapun umat manusia ketika dirinya berdo'a kepada Tuhan YME pasti akan didengar oleh Sang Khalik atau Sang Pencipta.

"Makanya saya sampaikan Tuhan kita bukan orang Arab, siapapun yang berdoa kepada Tuhan dengan bahasa apapun pasti Tuhan akan mendengar, karena Tuhan Maha Mengetahui dan Maha Mendengar," ujarnya.

"Saya sampaikan saya berdoa pakai bahasa indonesia. Ya Tuhan anak saya hari ini ujian semester, mohon diberikan ketenangan semoga bisa menyelesaikan persoalan itu dengan baik dan nilainya bagus. Nah, kalau harus berdoa bahasa Arab saja, kan tidak semuanya kita tau bahasa Arabnya apa. Jadi kalau kita pakai bahasa Indonesia Allah itu mengerti, karena Allah tau bahasa sunda, bahasa jawa, bahasa ambon, bahasa inggris aja Allah tau. Karena Allah Maha Mengetahui," paparnya.

Kendati demikian, Kasad pun menegaskan dirinya tidak akan mengambil pusing dengan tuduhan-tuduhan miring yang dilontarkan segelintir kelompok yang kerap kali memainkan isu-isu keji terhadap dirinya itu.

Dia menegaskan, dirinya akan lebih memilih fokus pada menjalankan tugas membantu pemerintah, membantu masyarakat, dan mensejahterakan para prajurit TNI Angkatan Darat.

"Dulu Ainun Najib ngomong begitu gak jadi persoalan tuh, karena Dudung yang ngomong dicecar. Ainun Najib kan ngomong gitu, karena Dudung inikan diserang kelompok-kelompok itu. Kelompok itu kecil sebetulnya, tapi nyaring bunyinya. Kita hadapi di Jakarta gak ada juga yang berani. Karena itu tidak serta merta saya hanya turunkan baliho, tetapi keselamatan bangsa ini tetap harus kita jaga," kata Dudung. (sumber : GM)

Komentar

Tampilkan

Terkini

Loading...