• Jelajahi

    Copyright © MAHAPOS.COM | Berita Terkini Hari Ini
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Tim Kuasa Hukum "Begal Payudara" Minta Polisi Tinjau Kejiwaan Pelaku

    MAHAPOS
    Kamis, 23 Januari 2020, 09.39 WIB Last Updated 2020-01-23T02:39:55Z

    MAHA POS ■ Tim Kuasa Hukum dari Deni Hendrianto Si "Begal Payudara" yang diberitakan media beberapa waktu yang lalu, pelaku pelecehan seksual di Bekasi, Jawa Barat yang sempat viral di media sosial, mendatangi Polda Metro Jaya.

    Kuasa hukum Deni Hendrianto dalam hal ini diwakili oleh Ronny Perdana Manullang. SH, menjelaskan kepada media, bahwa agenda hari ini adalah memenuhi panggilan dari penyidik Polda Metro Jaya serta adanya rencana dari pihak keluarga pelaku akan mendatangi korban.

    "Kami datang memenuhi panggilan dalam upaya proses penyidikan dan Kami dalam waktu dekat ini beserta keluarga akan mendatangi korban untuk meminta maaf secara pribadi dengan cara kekeluargaan, mungkin dengan cara dan upaya mediasi ini akan dapat meringankan tersangka," ujar Ronny saat setelah memenuhi panggilan penyidik di Mapolda Metro Jaya, pada rabu (22/01/2020).

    Ronny juga berharap, dengan adanya mediasi antara pelaku dan korban akan mendapatkan titik temu yaitu perdamaian.

    "Jalan damai ini nantinya adalah jalan yang tepat sehingga kami dapat meminta kepada penyidik untuk dapat dilakukan penangguhan penahanan terhadap Deni yang masih butuh pendalaman secara psikologis," ujar Ronny.

    Menurut Ronny dengan adanya proses mediasi ini, perkara bisa terselesaikan, mengingat pelaku juga sudah menyesali perbuatan yang telah dilakukannya beberapa hari lalu.

    "Kami dari tim kuasa hukum sempat mendapat pesan dari pelaku, bahwa pelaku mengakui kesalahan dan juga menyesali atas perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya," ujar Ronny.

    Kuasa Hukum berharap kepada pihak kepolisian untuk tetap obyektif dalam melakukan pemeriksaan, sehingga dapat memberikan keringanan kepada pelaku, dan hak-hak dari pelaku dapat di penuhi.

    "Besar harapan kami, memohon kepada pihak kepolisian agar tetap objektif dalam proses penyidikan, memeriksa sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga dapat memberikan keringanan kepada pelaku, seperti penangguhan penahanan. Dan pelaku dapat diperiksakan kejiwaannya," tutup Ronny.(BS/MP)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berita Terkini

    Loading...